Mawar Akhir Zaman

Wanita ahir zaman

“Bagiku mengenalmu buaknlah sebuah penyesalan, hanya saja aku salah memahami keadaan”

Bukan tanpa alasan DIA membawaku ketempat ini, iya,, DIA punya rencana yang indah yang tak pernah aku ketahui.

Aku pun tidak pernah menyangka akan berada disini, ditempat yang aneh, penuh dengan ranjau,
iya ranjau, bahkan jika salah melangkah sedikit saja.

Aku bisa terjerumus pada jurang nestapa, jurang yang tak ada dasarnya, dan tak ada tepinya.

Aneeh,,,

Eh, tapi saat aku menoleh ke sebelah kananku, aku melihat mawar nan indah, baru saja mekar, warnanya menyejukan mata, indahnya menyejukan hati, penuh dengan duri, terjaga dari sentuhan manusia.

Aduuh, apa ini yang disebut mawar yang memiliki harga jual yang sangat mahal?

Apa yang harus aku lakukan coba, memetiknya lalu aku bawa pulang?

Atau aku diamkan kemudian diambil orang?

Hus,, jangan ngaur, kamu siapa berani memetik mawar indah itu?
Kamu punya apa untuk menjaganya, untuk merawatntya?

Apa kamu punya bekal yang cukup untuk membuatnya indah setiap waktu?

Air saja tidak cukup untuk merawatnya, karena dia butuh udara yang segar, butuh sinar mentari yang akan memberikan dia nutrisi.

Sekejap aku melamun, lalu kemudian aku tersadar, bahwa mawar itu sudah tidak ada dihadapanku.

Aku mencarinya kesetiap ujung langit dan dasar bumi, setelah kemudian aku lama mencari, aku baru tersadar, ternyata dia dipetik orang lain.

Ah sial, aku terlambat untuk memetiknya! Geramku sambil kesal.

Plak, seseorang memukul meja kerjaku,
Astagfirullah ilham, aku kaget tau! Kelakuan ilham memang selalu mengagetkan aku ketika aku sedang berhayal.

Andai bunga mawar itu nyata didepanku, takkan kusia-siakan dan takkan kubiarkan dia diambil orang duluan,,, hmmm (menarik nafas dalam-dalam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar